Jumat, 19 Agustus 2011

Keutamaan surat Al ikhlas.

¤AL- IKHLAS BISMILLAAHIR ROHMAANIR
ROHIIM.
1.QUL HUWALLAAHU AHAD.
2.ALLAAHUS SHAMAD.
3.LAM YALID WALAM
YUULAD. 4.WA LAM YAKUL LAHUU
KUFUWWAN AHAD. Artinya:
Dengan menyebut nama
ALLAH yang maha pengasih
lagi maha penyayang.
1.Katakanlah (Hai Muhammad)
: Dia ALLAH yg maha esa. 2.Hanya ALLAH lah tempat
bergantung.
3.Dia tidak beranak dan tidak
pula diperanakkan.
4.Dan tak ada satupun yang
menyamai-Nya. ~SEBAB-SEBAB TURUNYA AL-
IKHLAS. Sebagian riwayat
menerangkan: sebab – sebab
turunya AL-IKHLAS yaitu:
Ketika Rosululloh s.a.w.
Sedang dalam perjalanan
pindah dari makkah ke madinah,Rosululloh melihat
jauh dibelakang,ada seseorang
yg sedang mengejar beliau
dengan berkendaraan kuda.
Di saat itu datang Jibril kepada
Rosululloh lalu berkata: “Hai Muhammad suraqah
mengejarmu dari belakang
dan hendak membunuh
engkau,tetapi ALLAH telah
memerintahkan bumi untuk
taat kepadamu.” tidak lama kemudian
sampailah suraqah kepada
Rosulullah.Dia segera
menerjang Rosululloh dengan
pedang terhunus.Tetapi
dengan takdir ALLAH,suraqah beserta kudanya terperosok
ke dalam bumi,hingga tak
berdaya apa-apa lagi.
Rosululloh menoleh ke
belakang.
Dan suraqah berkata:”Tolonglah aku hai
Muhammad !.Aku tidak akan
berbuat sesuatu kepada
engkau.”
kemudian Rosululloh menarik
suraqah dan kudanya dari dalam bumi,suraqah pun
selamat.
Dan ia (suraqah )berkata:
“Terangkanlah kepadaku hai
Muhammad,tentang tuhanmu
yg mempunyai kekuatan yg besar ini.Adakah dia terbuat
dari emas dan perak?”
Rosululloh menundukkan
kepalanya,terhening
sebentar.Kemudian turunlah
Jibril dan berkata: “Hai Muhammad ! Qul huwallaahu
ahad…. !”sampai pd akir ayat. KHASIAT SURAT AL-IKHLAS : 1.Abu Sa’id Al-Khanafi
menerangkan: surat ini di
namakan surat Al-
Ikhlas,artinya bersih atau
lepas,barang siapa yg
membacanya dengan hati yg ikhlas, maka ia akan di
lepaskan dari kesusahan –
kesusahan duniawi.Di
mudahkan dalam gelombang
sakaratul maut,di hindarkan
dari kegelapan kubur dan kengerian hari kiamat. 2.Ibnu Syihab Al-Zukhri
menerangkan Rosululloh
s.a.w. Bersabda:”Siapa yang
membaca Al – ikhlas maka
seolah – olah ia membaca
sepertiga Al – Qur’an.” 3.Riwayat dari sayyidina Ali
r.a.: “Siapa membaca Suratul
Ikhlas sebanyak 11 kali
sesudah sembahyang
subuh,maka syaitan tidak
akan dapat menggodanya untuk memperbuat
dosa,meskipun syaitan itu
dengan sungguh – sungguh
menggodanya pada hari itu.”

Rabu, 10 Agustus 2011

Takut kepada Allah

Ada hadits – hadits Nabi
saw.bahwa beliau
saw.bersabda: “sesungguhnya Allah ta’ala
menciptakan malaikat;
mereka memiliki sayap yang
lebarnya seluas dunia
timur,dan sebelah lagi seluas
dunia barat. Kepalanya dibawah ‘Arsyi ,
kedua kakinya dibumi yg
ketujuh,dan mereka memiliki
bulu sebanyak makhluk
ciptaan Allah ta’ala.
Apabila dari umatku laki-laki maupun perempuan membaca
sholawat kepadaku,maka
Allah memerintah malaikat
menyelam ke lautan cahaya
yg letaknya dibawah
‘Arsy,malaikat itu kemudian muncul lagi dan mengibas-
ibaskan sayapnya, maka
keluarlah percikan – percikan
dari bulu malaikat , dan Allah
menciptakan dari setiap
percikan air menjadi malaikat lagi, dan malaikat itu
memintakan ampun bagi
orang yg membaca sholawat
sampai hari kiamat.”
Kata sebagian ahli hikmah: “selamatnya tubuh terletak
pada sedikitnya makan,
selamatnya ruh terletak pada
sedikitnya dosa, dan
selamatnya agama terletak
pada membacanya sholawat seseorang kpd sebaik –
baiknya makhluk,yakni Nabi
Muhammad Saw.”
Orang mukmin adalah orang
yang takut kepada Allah
ta’ala dengan menjaga semua anggota tubuhnya.
Sebagaimana yg pernah di
katakan Abul Laits; orang yg
takut kepada Allah ta’ala
terlihat tanda pada tujuh
macam: 1.Lidahnya.
~ di cegah mengatakan yg
bohong ,menggunjing,adu
domba, membual atau
perkataan yg tidak
bermanfaat.kemudian ia menyibukkan diri dzikir
kepada Allah,membaca Al
qur’an atau diskusi masalah
ilmu.
2.Hatinya.
~tidak akan mengeluarkan perasaan permusuhan,
kebohongan, kedengkian
terhadap kawan karena
dengki mampu menghapus
semua kebajikan,
sebagaimana ada sabda Nabi saw.:
“Dengki mampu
menghancurkan kebajikan
sebagaimana api melalap kayu
bakar” Dan ketahuilah bahwa dengki
(hasud) termasuk salah satu
penyakit hati yang
parah,dimana penyakit trsbt
tidak bisa di sembuhkan
kecuali dengan ilmu dan amal.
3.Pandangan.
~ia tak akan memandang hal-
hal yang haram,dari segi
makanan,minuman,pakaian
dll.Juga memandang dunia
tidak berdasarkan kesenangan,melainkan ia
memandang sebagai
pelajaran.jelasnya dia tidak
akan memandang sesuatu yg
tidak halal baginya. Sabda Nabi saw:
“Barangsiapa yg memenuhi
pandanganya dengan barang
haram maka kelak Allah ta’ala
akan memenuhi dengan api
neraka”.

4.Perut.
~ia tidak akan memasukkan
barang haram ke
perutnya,karena hal itu
merupakan dosa besar
sebagaimana sabda Nabi saw: “Bilamana satu suapan barang
haram masuk kedalam perut
anak adam maka setiap
malaikat di langit dan dibumi
melaknati selama sesuap
masih ada di dalam perutnya.bila dalam keadaan
itu ia mati maka ia masuk
neraka jahanam”.
5.Tangan.
~ia tidak akan menjamah
barang haram,kecuali hanya mengambil sesuatu yg dapat
menambah ketaatan kepada
Allah ta’ala.
Diriwayatkan melalui Ka’ab Al
Ahbar ra.sesungguhnya Nabi
saw.bersabda: “Sesungguhnya Allah ta’ala
menciptakan wilayah yg
trbuat dari ‘Zabarjudah Hijau’
dimana di dalamnya ada 1000
kampung,dan setiap
kampungnya ada 70.000 rumah,yang seseorang tidak
bisa masuk kecuali orang
yang menjauhi barang haram
karena takut kepada Allah
ta’ala.

6.Kaki.
~tidak akan dibuat berjalan
kearah kemaksiatan,justru
berjalan yang bisa membuat ia
semakin taat dan ridlo , yakni
berkumpul dengan para ulama dan orang shaleh.

7.Taat.
~sikap taatnya murni ikhlas
karena Allah ta’ala.ia takut di
selipi sikap riya’ dan munafik. kemudian meningkatkan
ibadah kepada Allah,menjauhi
perbuatan jelek,dan bertobat
kepadaNya.

Selasa, 09 Agustus 2011

Pasti ada hikmah di balik cobaan

sahabat takutlah, bila
kebaikan ALLAH yang selalu
diberikan kepadamu pada saat
dirimu tetap berbuat
kemaksiatan
kepadaNYA,karena semua itu akan
menghancurkanmu.ingatlah
firmanNYA,”pada saatnya
nanti AKU akan menarik
mereka secara berangsur –
angsur (kepada kehancuran) secara tidak diketahuinya”. manusia diciptakan
mempunyai kecenderungan
untuk mudah berkeluh kesah
dan berputus asa.karena
manusia sebagai makhluk
ALLAH selain dikaruniai kelebihan berupa akal ,dia
juga tak luput dari
keterbatasanya sebagai
makhluk yang lemah.namun
keterbatasanya juga sering
kali membuat manusia berpikir pendek.dia
menganggap bahwa karunia
yang diberikan ALLAH
kepadanya tidak berarti apa –
apa sehingga mengeluhkan
nya sebagai wujud dari rasa tidak terimanya atas
ketentuan yang diberikan
ALLAH kepadanya.
Misalnya ia mengeluh,
“betapa diriku sudah
melakukan perintahnya dan menjauhi laranganNYA
namun karunia dan nikmat
masuh belum tercurahkan .
sedangkan mereka yang
selalu berbuat durhaka dan
selalu melanggar perintahNYA namun bergelimang
kenikmatan .semakin berbuat
dosa semakin besar
kenikmatan yang
diterimanya.” Jalan pikiran yang semacam
ini sering kita dengarkan dari
mulut orang – orang yang
tampaknya tekun ibadah .
namun masih dalam tingkat
sebagai orabg awam . orang awam semacam ini sibuk
menghitung amalnya dan
senantiasa berharap ALLAH
membalasnya sebagai imbalan
atas segala amal baik yang
dilakukanya itu. ia tak segan – segan menuntut yang di
anggap haknya itu dari
ALLAH.seolah – olah dia
menganggap bahwa ALLAH
butuh semua amal baiknya
itu,sehingga ia merasa berhak menuntut kenikmatan yang
lebih sebagai balasan amal
baik yang dilakukanya untuk
ALLAH.padahal tidak bukan
berbuat baik atau tidak ,tidak
akan memberi pengaruh apa – apa kepada ALLAH.karena
perbuatan baik ataupun
buruk yang kita lakukan
akan kembali kepada diri kita
masing – masing,bukan
bermanfaat untuk ALLAH. kalau kita berfikir secara
ma’rifat sesungguhnya kita
kita akan menemukan
hikmah dibalik semua
kenyataan hidup yang ada
ini,yaitu kenyataan dimana orang yang taat ,tetapi
keadaan kehidupanya
sengsara.
sedangkan orang yang ingkar
sepertinya bergelimang
kenikmatan . ketidakterimaan kita atas apa
yang ditentukan kepada kita
itu semata – mata karena kita
memandangnya hanya
menurut kacamata manusia
saja yang senantiasa diiringi dengan nafsu yang cenderung
menyenangi kesenangan.
Menurutnya apabila ia telah
berbuat taat dengan
melaksanakan segala
perintahNYA dan menjauhi segala laranganNYA,secara
otomatis dia akan
memperoleh kenikmatan juga
dalam kehidupanya .
padahal hakikat kenikmatan
yang bisa dirasakan oleh seseorang bukan semata –
mata kenikmatan dhahir
sebagaimana yang selalu
dipikirkan oleh orang awam
kebanyakan. seharusnya ia menyadari
bahwa ALLAH memberi
karunia dan nikmat kepada
orang yang durhaka
kepadaNYA,bukan berarti
DIA sangat sayang kepada hambaNYA itu.kenikmatan
yang diberikan itu tak lebih
dari sesuatu yang
mencelakakan . ALLAH
membiarkan orang – orang
yang tidak takut terhadap penggunaan
kenikmatan ,sehingga mereka
ini berjalan selangkah demi
selangkah dan terlena dengan
kenikmatan yang diberikan
ALLAH kepadanya. kemudian tergelincirlah dia
kedalam jurang tanpa bisa
keluar lagi.sebab pencabutan
kenikmatan itu bisa dilakukan
ALLAH secara perlahan lahan
sehingga nyaris tak tampak. ALLAH juga membiarkan
orang durhaka terus berkutat
pada dosa – dosanya.Dengan
kenikmatan yang ada justru
akan semakin mempercepat
dan mempermudah seseorang untuk berbuat durhaka.kalau
sudah demikian, maka apakah
nikmat ALLAH yang
diberikan ALLAH kepada
mereka itu merupakan sebuah
karunia??? sesungguhnya nikmat yang
diterima bagi para pendosa
merupakan suatu kebinasaan
yang tak disadari. Adapun orang – orang yang
menempuh jalan ma’rifat ia
akan sangat takut saat
menerima karunia (nikmat)
dari ALLAH . Karena
kenikmatan itu bisa membuatnya lupa diri bila
diperturutkannya dalam
menikmatinya tanpa
memperhatikan boleh atau
tidaknya diperturutkan.
ketakutanya itu terjadi karena dia berpikir jangan –
jangan nikmat yang
diterimanya ini dapat
mencelakakan dirinya dan
menjadi penyebab
langkahnya jauh dari jalan ALLAH .
oleh sebab itu ,golongan orang
– orang yang bermata hati ini
senantiasa bersyukur . lalu
menggunakan kenikmatan itu
sebagai media atau sarana untuk menempuh jalan
menuju ALLAH,bukanya
untuk memperturutkan
dalam merasai kenikmatan
itu.
Mereka menyadari akan firman ALLAH, “Maka tatkala
mereka melupakan
peringatan yang telah
diberikan kepada
mereka ,kamipun
membukakan semua pintu kesenangan.Sehingga jika
mereka bergembira dengan
apa yang telah diberikan
kepada mereka.kami akan
menyiksa mereka dengan
sekonyong – konyong . maka ketika itu mereka terdiam
berputus asa.”(Q.S Al-
An’am:44 ).